Sebenarnya ku tak pernah ada rasa cinta
Aku tak mengerti
Seolah kau beri harapan yang pasti
Membuaiku dengan penuh keindahan
Tanpa disadari cinta itu hadir
Dan aku tak sanggup menghindari
Kau berikan aku kesejukan
Yang tak pernah aku rasakan sebelumnya
Tapi ternyata kau ada yang memiliki
Sungguh kau buatku kecewa
Aku terluka melihatmu dengannya
Sungguh ku ingin kau menyadari
Ingin aku untuk melupakan bayanganmu
Berhenti untuk mengejarmu… hufttttttt
Try Out menghunusku
Hari ini try out MA di laksanakan serempak di beberapa kota tidak terkecuali kota Bogor, kebetulan hari pertama dan jam pertama ini adalah materi ajar saya yaitu ekonomi.
jadwal mengawas saya terima pagi sebelum pelaksanaan try out dimulai, disini sudah terlihat ketidak siapannya... Hmmm.
Saya mencatat ada beberapa hal yang rasakan mengganjal dihati, sampai akhirnya sambil mengawasi mereka saya sempatkan untuk menulis ini... Ya itung2 menghilangkan kegundahan hati.
pertama:
kurangnya persiapan panitia dalam penyelenggaraan try out, padahal ini merupakan lanjutan dari bimbel yang sudah dilaksanakan dari jauh2 hari. Saya pribadi sengaja tidak ingin dilibatkan di bimbel, dengan alasan tertentu. Terlihat jelas ketika penyampaian surat permohonan saja baru saya terima pagi hari sebelum ujian dimulai. Setelah jam ketentuan ujian dimulaipun ternyata panitia masih belum siap dengan berkas soal, mereka masih mempersiapkan... Hufftt terpaksa harus menunggu...
Kedua:
kurangnya sosialisasi teknis kepada peserta ujian, ini terlihat jelas kebingungan mereka dalam mengisi form identitas dan lainnya. Sebagai pengawas yang juga tidak mendapat sosialisasi terlebih dahulupun jadi dibuat bingung, hanya dengan modal pengalaman di try out2 sebelumnya saja. Tak lama kemudian panitia dan kepseknya juga repot masuk ke ruang2 ujian. Menjelaskan teknis ujian, dan yang disesalkan adalah.... Sebagai pengawas di ruang ujian tentunya saya pemegang otoritas dari ruang tersebut, tidak sembarang orang siapapun itu yang masuk tanpa meminta izin terlebih dahulu. Ini yang di langgar oleh kepsek, beliau yang mulia itu masuk tanpa salam, tanpa basa basi, menoleh ke arah pengawaspun tidak sama sekali. Beliau langsung menyampaikan teknis pengisian form lembar jawaban dan sedikit perubahan yang baru diterimanya via sms dari MAN pusat. Husnudzon saja mungkin karena tergesa2 sehingga lupa kalau disitu ada pengawas, atau memang adat atau kebiasaan beliau yahhh... Hmm menurut pantauan saya secara pribadi sih itu sudah jadi kebiasaan beliau ya.. Seringkali selepas acara rapat, pengajian dan lainnya beliau kalau tidak datangnya telat ya pulangnya juga selalu lebih awal tentunya dengan tanpa kata heeheh astagfirullohal 'adziim ghibah deh jadinya....
Ketiga:
Ini yang paling disayangkan menurut saya, bahwa kita DARUL ULUUM adalah lembaga yang besar, tapi dalam hal ini seperti PECUNDANG. Kenapa saya katakan demikian.... Bayangkan untuk pelaksanaan try out saja kita harus menginduk, dan tidak hanya itu kita tidak diberi kesempatan meski hanya menulis nama sekolah kita sendiri. Kenapa demikian???? Ini yang jadi pertanyaan besar... Dan kita hanya ikut saja dengan kemauan mereka... Euhhhhhhh gondok bgt. Jadi seluruh siswa kita yang melaksanakan tryout menuliskan asal sekolah mereka bukan dari Daarul Uluum tapi MAN2, ada apa ini.....????
Dan yang terakhir... Ditengah2 saya menulis ini, datang lagi kepsek sama seperti awal beliau masuk, langsung memberitahukan ada perubahan kode lagi yang dia dapat via sms dari MAN2. Terlihat jelas bahwa kita di direct oleh mereka, hal sekecil itu jadi besar seolah2. Padahal kalau kita pahami tryout ini seharusnya menjadi hal yang biasa yang dilakukan oleh sekolah manapun secara mandiri.
Sudah dulu ahh melampiskan unek2nya.. Kl kbanyakan nanti jegal lagi heheh.... Piece.......
jadwal mengawas saya terima pagi sebelum pelaksanaan try out dimulai, disini sudah terlihat ketidak siapannya... Hmmm.
Saya mencatat ada beberapa hal yang rasakan mengganjal dihati, sampai akhirnya sambil mengawasi mereka saya sempatkan untuk menulis ini... Ya itung2 menghilangkan kegundahan hati.
pertama:
kurangnya persiapan panitia dalam penyelenggaraan try out, padahal ini merupakan lanjutan dari bimbel yang sudah dilaksanakan dari jauh2 hari. Saya pribadi sengaja tidak ingin dilibatkan di bimbel, dengan alasan tertentu. Terlihat jelas ketika penyampaian surat permohonan saja baru saya terima pagi hari sebelum ujian dimulai. Setelah jam ketentuan ujian dimulaipun ternyata panitia masih belum siap dengan berkas soal, mereka masih mempersiapkan... Hufftt terpaksa harus menunggu...
Kedua:
kurangnya sosialisasi teknis kepada peserta ujian, ini terlihat jelas kebingungan mereka dalam mengisi form identitas dan lainnya. Sebagai pengawas yang juga tidak mendapat sosialisasi terlebih dahulupun jadi dibuat bingung, hanya dengan modal pengalaman di try out2 sebelumnya saja. Tak lama kemudian panitia dan kepseknya juga repot masuk ke ruang2 ujian. Menjelaskan teknis ujian, dan yang disesalkan adalah.... Sebagai pengawas di ruang ujian tentunya saya pemegang otoritas dari ruang tersebut, tidak sembarang orang siapapun itu yang masuk tanpa meminta izin terlebih dahulu. Ini yang di langgar oleh kepsek, beliau yang mulia itu masuk tanpa salam, tanpa basa basi, menoleh ke arah pengawaspun tidak sama sekali. Beliau langsung menyampaikan teknis pengisian form lembar jawaban dan sedikit perubahan yang baru diterimanya via sms dari MAN pusat. Husnudzon saja mungkin karena tergesa2 sehingga lupa kalau disitu ada pengawas, atau memang adat atau kebiasaan beliau yahhh... Hmm menurut pantauan saya secara pribadi sih itu sudah jadi kebiasaan beliau ya.. Seringkali selepas acara rapat, pengajian dan lainnya beliau kalau tidak datangnya telat ya pulangnya juga selalu lebih awal tentunya dengan tanpa kata heeheh astagfirullohal 'adziim ghibah deh jadinya....
Ketiga:
Ini yang paling disayangkan menurut saya, bahwa kita DARUL ULUUM adalah lembaga yang besar, tapi dalam hal ini seperti PECUNDANG. Kenapa saya katakan demikian.... Bayangkan untuk pelaksanaan try out saja kita harus menginduk, dan tidak hanya itu kita tidak diberi kesempatan meski hanya menulis nama sekolah kita sendiri. Kenapa demikian???? Ini yang jadi pertanyaan besar... Dan kita hanya ikut saja dengan kemauan mereka... Euhhhhhhh gondok bgt. Jadi seluruh siswa kita yang melaksanakan tryout menuliskan asal sekolah mereka bukan dari Daarul Uluum tapi MAN2, ada apa ini.....????
Dan yang terakhir... Ditengah2 saya menulis ini, datang lagi kepsek sama seperti awal beliau masuk, langsung memberitahukan ada perubahan kode lagi yang dia dapat via sms dari MAN2. Terlihat jelas bahwa kita di direct oleh mereka, hal sekecil itu jadi besar seolah2. Padahal kalau kita pahami tryout ini seharusnya menjadi hal yang biasa yang dilakukan oleh sekolah manapun secara mandiri.
Sudah dulu ahh melampiskan unek2nya.. Kl kbanyakan nanti jegal lagi heheh.... Piece.......
Langganan:
Postingan (Atom)